Penemu yang Meratakan Suara: Warisan Tersembunyi Emil Berliner

6

Lahir di Hannover pada tahun 1851, Emil Berliner pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1870. Ia meninggal di Washington D.C. pada tahun 1929. Di antara kedua tanggal tersebut, ia diam-diam mengubah cara kita mendengar teknologi.

Dia tiba tepat ketika Alexander Graham Bell menemukan telepon. Berliner tidak hanya memperbaikinya. Dia menemukan kembali cara suara bergerak melalui perangkat. Pada tahun 1877, ia membuat pemancar menggunakan kontak logam yang longgar. Sederhana saja. Ini bekerja lebih baik dari yang ada. Saat menguji pengaturan ini, dia menyadari bahwa perangkat tersebut juga dapat berfungsi sebagai receiver yang unggul. Ini menangkap suara dengan lebih jelas. Ini bukanlah perubahan kecil. Itu adalah perubahan mendasar dalam fisika akustik.

Bagaimana Flat Record Mengubah Musik

Berliner terus menambah infrastruktur telepon. Namun pikirannya melayang ke tempat lain. Pada tahun 1887, dia fokus pada masalah lain: merekam suara.

Thomas Edison telah menciptakan fonograf. Itu menggunakan silinder. Jarumnya bergerak ke atas dan ke bawah. Gravitasi menarik stylus. Hal ini menyebabkan distorsi. Suaranya berlumpur. Itu tidak tepat.

Berliner melihat pengaturan itu dan melihat kekurangannya. Dia menemukan piringan datar. Rekor. Stylus bergerak secara horizontal melintasi permukaan. Tidak secara vertikal. Hal ini menghilangkan gangguan gravitasi. Suaranya lebih bersih. Distorsi diminimalkan.

Dia juga menemukan cara untuk memproduksi secara massal cakram-cakram ini. Sebelumnya, rekaman merupakan artefak unik. Sekarang, mereka sudah bisa diproduksi. Penemuan ini meletakkan dasar bagi seluruh industri musik yang kita kenal. Tanpa cakram datar, tidak ada vinil. Tidak ada format album standar.

Selain Audio: Mesin dan Akustik

Minatnya tidak berhenti pada audio. Dia melihat ke langit. Pada tahun 1908, ia merancang mesin pembakaran internal yang ringan. Itu menjadi prototipe. Insinyur lain menirunya. Ini menggerakkan pesawat awal. Desainnya efisien. Hal ini banyak ditiru.

Masalah keluarga memainkan peran di tahun-tahun terakhirnya. Putranya, Henry Berliner, merancang helikopter di bawah pengawasan umum Emil. Mesin tersebut berhasil terbang pada tahun 1919. Penerbangan awal. Eksperimental. Tapi itu berhasil.

Dia kembali bersuara untuk terakhir kalinya. Pada tahun 1925, ia menemukan ubin akustik. Ini dirancang untuk auditorium dan ruang konser. Mereka berhasil melakukan gema. Mereka memperjelas ruang.

Kisah Berliner bukan hanya tentang satu penemuan. Ini tentang seorang pria yang melihat ketidakefisienan dalam sistem yang sudah ada dan meratakannya. Telepon. Rekor. Mesinnya. Ubin. Setiap solusi mengatasi keterbatasan fisik. Gaya berat. Gesekan. Distorsi. Dia menyelesaikannya dengan sederhana.

Kami masih menggunakan format disknya. Kami masih mendengarkan kejelasan yang dia utamakan. Teknologinya terasa kuno sekarang. Tidak selalu seperti ini. Itu baru. Itu radikal. Dan itu mengubah segalanya.