Meskipun pesawat ruang angkasa Orion—yang dijuluki Integritas oleh awaknya—adalah puncak ilmu teknik dirgantara, namun interiornya tampak familier. Saat misi Artemis II membawa empat astronot sejauh 248.655 mil dari Bumi, para kru mengandalkan rangkaian perangkat elektronik konsumen kelas atas untuk mendokumentasikan perjalanan mereka, melakukan sains, dan tetap terhubung.
Dokumentasi dan Fotografi: Dari Selfie hingga Sains Bulan
Menangkap pemandangan luar angkasa yang belum pernah terjadi sebelumnya memerlukan lebih dari sekadar peralatan standar badan antariksa; hal ini memerlukan perangkat keras konsumen berkinerja tinggi yang mampu menangani lingkungan ekstrem.
- Apple iPhone 17 Pro Max: Para kru menggunakan smartphone andalan terbaru untuk mengambil foto selfie berkualitas tinggi dan dokumentasi kehidupan sehari-hari. Perangkat ini berfungsi sebagai jembatan antara kru yang terisolasi dan masyarakat, memberikan narasi visual tentang misi tersebut.
- Sistem DSLR Nikon: Untuk tujuan ilmiah yang serius, para astronot menggunakan dua badan kamera Nikon D5 DSLR. Dilengkapi dengan berbagai lensa dan aksesori, kamera-kamera ini sangat penting untuk fotografi permukaan bulan dengan resolusi tinggi—yang merupakan tujuan ilmiah utama dari misi ini.
- Kamera Aksi GoPro: Teknologi GoPro digunakan baik di dalam maupun di luar pesawat ruang angkasa:
- Internal: Kamera genggam HERO11 Black dan MAX1 360 derajat digunakan untuk merekam cuplikan misi, yang dijadwalkan untuk film dokumenter Disney/NatGeo mendatang.
- Eksternal: NASA telah memasang kamera HERO4 Black yang dimodifikasi ke susunan surya Orion. Kamera-kamera ini harus tahan terhadap fluktuasi suhu dan vakum yang keras di ruang angkasa untuk memberikan perspektif eksterior yang penting.
Komputasi dan Konektivitas
Selain fotografi, kru memerlukan antarmuka yang andal untuk manajemen data dan komunikasi.
Setiap astronot dilengkapi dengan tablet Microsoft Surface Pro, yang disebut sebagai Personal Computing Device (PCD). Tablet ini memiliki fungsi ganda: digunakan untuk perhitungan ilmiah dan analisis data yang kompleks, serta tugas rutin seperti mengelola email dan menjaga komunikasi dengan Mission Control.
Mengapa Ini Penting: Demokratisasi Teknologi Luar Angkasa
Kehadiran merek seperti Apple, Microsoft, dan GoPro dalam misi NASA menyoroti tren yang berkembang dalam eksplorasi ruang angkasa: integrasi teknologi Commercial Off-The-Shelf (COTS).
Di masa lalu, misi luar angkasa hanya mengandalkan perangkat keras yang tahan radiasi dan dibuat khusus, yang harganya sangat mahal dan lambat untuk dikembangkan. Saat ini, siklus inovasi yang cepat pada perangkat elektronik konsumen memungkinkan astronot menggunakan peralatan yang canggih, intuitif, dan berkemampuan tinggi. Meskipun perangkat ini memerlukan pengelolaan yang hati-hati di lingkungan dengan radiasi tinggi, kemampuannya untuk menyediakan pemrosesan berkecepatan tinggi dan pencitraan yang unggul menjadikannya aset yang sangat berharga untuk eksplorasi ruang angkasa modern.
Kesimpulan
Misi Artemis II menunjukkan bahwa batas antara teknik kedirgantaraan mutakhir dan teknologi konsumen semakin kabur. Dengan memanfaatkan alat-alat yang sudah dikenal seperti iPhone dan tablet Surface, NASA memungkinkan para astronotnya melakukan sains yang kompleks dan berbagi pengalaman manusia dalam penerbangan luar angkasa dengan kejelasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
