Pasar Smartphone Lipat Melonjak 28% di Amerika Utara, Meski Absennya Apple

7

Pengiriman ponsel cerdas yang dapat dilipat di Amerika Utara meningkat sebesar 28% pada tahun 2025, menurut Counterpoint Research, dan diproyeksikan akan terus tumbuh dengan laju melebihi 20% per tahun pada tahun 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya persaingan antar produsen dan meningkatnya ketersediaan produk, menjadikan ponsel yang dapat dilipat dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas, tidak hanya pengguna awal.

Meningkatnya Persaingan Mendorong Adopsi

Strategi penetapan harga yang lebih agresif, promosi operator yang lebih kuat, dan peningkatan visibilitas ritel telah memperluas daya tarik perangkat yang dapat dilipat. Meskipun masih merupakan segmen khusus, ponsel ini mendapatkan daya tarik karena konsumen mencari alternatif selain ponsel pintar “slab” tradisional. Pasar kini menghadirkan berbagai pilihan, mulai dari Samsung Galaxy Z Fold 7 kelas atas (mulai dari $2.000) dan Galaxy Z TriFold ultra-premium ($3.000), hingga model yang lebih terjangkau.

Perluasan kategori ini penting karena membuktikan bahwa teknologi yang dapat dilipat sudah semakin matang dan melampaui hal yang baru. Pendewasaan ini penting untuk penerimaan arus utama, karena masalah harga dan daya tahan sebelumnya telah membatasi adopsi yang lebih luas.

Motorola dan Google Memimpin Pertumbuhan

Motorola telah muncul sebagai pemain kunci di pasar perangkat lipat, menangkap 44% pengiriman dengan lini Razr-nya. Desain clamshell retro Razr menarik konsumen yang mencari nostalgia dengan teknologi modern. Harganya yang berjenjang (dari $700 hingga $1.300) semakin memperluas jangkauannya.

Google juga mengalami pertumbuhan substansial—peningkatan sebesar 52% dari tahun ke tahun —didorong oleh peluncuran Pixel 10 Pro Fold pada bulan Oktober, yang memperkuat posisinya di segmen perangkat lipat bergaya buku.

Samsung Masih Mendominasi, Namun Menghadapi Tekanan

Meskipun persaingan meningkat, Samsung tetap menjadi pemimpin pasar di Amerika Utara, menguasai 51% pengiriman ponsel pintar lipat pada tahun 2025. Namun, pangsa pasarnya sedikit menurun seiring dengan semakin kuatnya pesaing. Jajaran Z Flip perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat dari perangkat clamshell Motorola, dan peluncuran Razr Fold bergaya buku Motorola yang akan datang menghadirkan tantangan lebih lanjut terhadap dominasi Samsung di segmen tersebut.

Faktor Apple

Banyak pengamat industri mengantisipasi masuknya Apple ke pasar perangkat lipat. Perusahaan ini telah dikabarkan sedang mengembangkan iPhone yang dapat dilipat selama bertahun-tahun, dan peluncuran akhirnya dapat melegitimasi kategori tersebut dan menarik basis pelanggan yang lebih luas, khususnya di kalangan pengguna setia Apple. Keterlibatan Apple kemungkinan akan mempercepat adopsi dengan memberi sinyal bahwa teknologi yang dapat dilipat tidak lagi bersifat eksperimental, namun merupakan pilihan utama.

Berlanjutnya pertumbuhan ponsel pintar yang dapat dilipat menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke arah bentuk yang lebih inovatif. Meskipun harga masih menjadi hambatan bagi sebagian orang, meningkatnya persaingan dan ketersediaan yang lebih luas menunjukkan bahwa perangkat ini menjadi alternatif yang layak dibandingkan ponsel pintar tradisional.