LG Memasuki Pasar “TV sebagai Seni” dengan Gallery TV

17

LG secara resmi telah memasuki pasar kompetitif untuk TV yang dirancang untuk berfungsi ganda sebagai tampilan seni digital, dengan memperkenalkan Gallery TV dalam model 55 dan 65 inci. Langkah ini secara langsung menantang TV “Frame” milik Samsung, yang telah mendominasi segmen TV gaya hidup premium selama bertahun-tahun.

Fitur dan Fungsi Utama

Gallery TV adalah televisi 4K dengan lampu latar MiniLED yang dibedakan dari bingkai magnetis dan dapat ditukar. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan tampilan TV agar menyatu sempurna dengan dekorasi rumah saat tidak digunakan. Perangkat ini beroperasi dengan aplikasi Gallery Plus, menawarkan akses ke lebih dari 4.500 karya seni yang dimuat sebelumnya, opsi AI generatif untuk membuat karya khusus, dan kemampuan untuk mengunggah gambar pribadi.

LG mengklaim Gallery Mode, didukung oleh sensor cahaya terintegrasi, mengoptimalkan warna dan kecerahan untuk meniru tekstur karya asli. Hal ini menunjukkan fokus pada reproduksi karya seni dengan ketelitian tinggi daripada sekadar menampilkan gambar digital. Gallery TV akan menjadi bagian dari jajaran Art TV LG yang lebih luas, yang akan dipamerkan sepenuhnya di CES 2026.

Terlambat Masuk ke Pasar yang Berkembang

Meskipun ada kemajuan teknis, peluncuran LG terlambat dilakukan di pasar yang sudah dihuni oleh beberapa pesaing. TCL, Hisense, Skyworth, dan terutama Samsung telah merilis TV “bergaya bingkai” selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukkan bahwa LG sedang mengejar ketertinggalan, dan keberhasilannya akan bergantung pada apakah LG dapat membedakan produknya melalui kualitas gambar yang superior, opsi bingkai, atau fitur perangkat lunak.

Pemilihan waktu ini menimbulkan pertanyaan apakah LG Gallery TV merupakan upaya tulus untuk memimpin pasar atau merupakan langkah reaktif agar tidak ketinggalan.

Harga dan Ketersediaan

LG belum mengumumkan harga atau ketersediaan Gallery TV, sehingga sulit untuk menilai daya saingnya. Pasar TV gaya hidup premium sensitif terhadap harga, dan LG perlu memposisikan produknya secara strategis untuk menarik pembeli yang sudah terbiasa dengan penawaran Samsung.

Masuknya LG ke dalam industri TV bergaya bingkai menandai perubahan signifikan dalam strategi perusahaan, menandakan peningkatan fokus pada desain dan integrasi dengan dekorasi rumah. Masih belum diketahui apakah langkah ini akan mengganggu pasar yang ada, namun persaingan pasti akan menguntungkan konsumen melalui inovasi dan harga yang kompetitif.